Kamis, 29 Mei 2014

KUMPULAN LAGU ANAK-ANAK

BALONKU

Balonku ada lima, rupa-rupa warnanya
Merah kuning kelabu, hijau muda dan biru
Meletus balon hijau, dar, hatiku sangat kacau
Balonku tinggal empat, kupegang erat-erat

CICAK-CICAK DI DINDING

Cicak-cicak di dinding
Diam-diam merayap
Datang seekor nyamuk
Hap, lalu ditangkap

KEBUNKU

Lihat kebunku, penuh dengan bunga
Ada yang putih, dan ada yang merah
Seriap hari kusiram semua
Mawar melati, semuanya indah

POTONG BEBEK ANGSA

Potong bebek angsa, masak di kuali
Nona minta dansa, dansa empat kali
Sorong ke kiri, sorong ke kanan
Syalalalalalalalalala

BERMAIN LAYANG-LAYANG

Ku ambil buluh sebatang
Ku potong sama panjang
Ku raut dan ku timbang dengan benang
Kujadikan layang layang
Bermain...berlari...
Bermain layang-layang
Bermain ku bawa ke tanah lapang
Hati gembira dan riang


PEMBUKAAN UUD 1945

UNDANG-UNDANG DASAR NEGARA
REPUBLIK INDONESIA
TAHUN 1945

PEMBUKAAN
(Preambule)

         Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segalah bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan peri-kemanusiaan dan peri-keadilan.
     Dan perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia telah sampailah kepada saat yang berbahagia dengan selamat sentausa mengantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang kemerdekaan Negara Indonesia, yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.
      Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya.

         Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu Pemerintah Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, maka disusunlah Kemerdekaan Kebangsaan Indonesia itu dalam suatu Undang-Undang Dasar Negara Indonesia, yang terbentuk dalam suatu susunan Negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasar kepada Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang adil dan beradab, Persatuan Indonesia dan Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, serta dengan mewujudkan suatu Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

RUKUN ISLAM DAN RUKUN IMAN

RUKUN ISLAM

  1. Mengucapkan dua kalimat syahadat
  2. Shalat lima waktu sehari semalam
  3. Puasa di bulan Ramadhan
  4. Membayar zakat
  5. Naik haji bagi yang mampu


RUKUN IMAN
  1. Percaya kepada Allah
  2. Percaya kepada Malaikat
  3. Percaya kepada Kitab
  4. Percaya kepada Nabi dan Rasul
  5. Percaya kepada Hari Kiamat
  6. Percaya kepada Qadar baik dan Qadar buruk

PERKATAAN ORANG-ORANG SALIH DAN PARA PEMBAHARU

  1.  Al-Hasan Al-Bashri berkata, “Carilah kemanisan itu dalam hal: shalat, dzikir dan membaca Al-Qur’an. Jikalah kalian mendapatkannya, itulah kemanisan. Jikalah kalian tidak mendapatkan, maka ketahuilah bahwa pintunya tertutup".
  2. Malik bin Dinar berkata, “Tidaklah orang-orang merasakan kenikmatan seperti halnya berdzikir kepada Allah Ta’ala”.
  3. Ibnul Jauzi berkata, “Saya mendapati sebab kegalauan dan kekacauan adalah berpaling dari Allah dan menghadap ke arah dunia. Setiap kali kenikmatan itu hilang, akan terjadilah kegalauan karena kehilangan itu”.

PUISI

HAMPA

By Ummul Husna Putri Hesti

Sunyi...
Gelap menutup.
Hanya tersisa bayangan terang.
Yang sedang duduk di sudut ruang.
            Mencekam qalbu,
            Menusuk...
            Menghembuskan angin dingin
            Mengipasnya dengan bayang itu.
Tak bisa berkata
Tak bisa melangkah
Tak bisa melepaskan

Tak bisa...

MEMASAK YUK

JAMUR ISI

Bahan:
  • ·         20 bh jamur hioko yang besar, rendam, tiriskan
  • ·         1 bh tahu cina, haluskan
  • ·         2 btr telur, kocok
  • ·         10 btg daun bawang halus, iris tipis
  • ·         1 sdt bawang bawang putih halus
  • ·         1 sdt garam
  • ·         ¼ sdt merica halus
  • ·         1 sdm irisan halus daun bawang, cabai isis, sedikit wortel cincang, untuk ditabur


Saus:
  • 2 siung bawang putih, cincang
  • 2 sdm saus tiram
  • 100 cc air/kaldu sayur
  • ¼ sdt merica halus
  • 1 sdt garam


Cara Membuat:
  • Saus: Tumis bawang putih dengan 2 sdm minyak goring sampai layu, masukkan bahan saus, aduk rata, tuang ke pinggan tahan panas.
  • Campur tahu halus dan bahan lain, ambil + sesendok, letakkan di bagian bawah jamur (tangkai). Tambah lagi bila perlu, rapikan. Susun di pinggan tahan panas, isi saus, kukus sampai matang. Taburi irisan daun bawang, cabai iris, dan wortel cincang.



SATE TEMPE CHIANG MAI

Bahan:
·         300 gr tempe, potong 2x2x3 cm, jemur + 1 jam

Bahan perendam:
  • 3 siung bawang putih dihaluskan
  • ½ sdt akar ketumbar, dihaluskan
  • 4 sdm kecam ikan
  • 100 cc santan kental
  • 1 sdm gula merah
  • 2 sdm minyak goring
  • ½ sdt merica


Bahan saus:
  • 1 sdm kecap ikan
  • 2 sdm air jeruk
  • 1 sdm kecap asin
  • 1 sdt cabai dihaluskan
  • 1 sdm gula pasir
  • 1 sdm daun ketumbar cincang


Cara Membuat:
  • Campurkan semua bahan perendam dan tempe menjadi satu, diamkan + 30 menit supaya meresap. Tusuki 3-4 potong tempe pada tusuk sate.
  • Panggang di atas bara api sambil diolesi sisa bumbu perendam sampai matang. Tata di piring saji, siram dengan bahan saus yang sudah dicampur menjadi satu.

Selasa, 27 Mei 2014

KISAH PEMUDA YANG HAMPIR BUNUH DIRI KARENA PUTUS ASA, KEMUDIAN RAHMAT ALLAH MENKGHAMPIRINYA



Berkata pemuda yang bertaubat, “Saya melewati dua puluh tahun umurku dalam gelap gulita dan tergelincir ke dalam jurang yang dalam. Saya tidak merasakan manisnya dunia, padahal harta banyak dan teman pun berlimpah. Apa yang kurang dariku? Jiwaku lapar dan dadaku sesak. Apa yang dapat mengenyangkan rasa lapar itu dan melapangkan kesempitan itu? Jiwaku tidak pernah kenyang dan nyanyian-nyanyian tidak pernah melapangkan dadaku. Bahkan sebaliknya, rasa lapar itu semakin bertambah dan kesempitan itu semakin menjadi. Saya mengganti teman-teman, melakukan perjalanan dan kebali. Saya banyak begadang dan minum, banyak bercanda dan lelah. Akan tetapi, rasa lapar itu tetap bertambah dan kesempitan begitu juga. Saya merasa dipenjara di dunia sendiri dan bumi dengan kekuasaannya serasa sempit. Saya banyak berpikir dan lama termenung.
                Akhirnya, tampaklah jalan keluar itu. Sekarang saya akan merasakan ketenangan. Inilah pisau ditanganku. Ia menampakkann sinar senyuman dan keridhaan dengan jalan keluar ini. Semua manusia telah lelap dan keluarga pun telah tidur. Tidak ada yang tertinggal kecuali detik-detik. Saya akan hidup dalam masa-masa ketenangan. Akan tetapi, ketika detik-detik itu menghampiri, ketika pisau telah mendekati hatiku yang mati, maka datanglah dari keheningna yang jauh lantunan suara yang berkata, ‘Allahu Akbar...Allahu Akbar’. Jatuhlah pisau dari tanganku dan bergetarlah hatiku yang mati. Seakan-akan ia sedang berada di alam lain dan bangun setelah menjalani tidur panjang. Celakalah jiwaku! Apa yang terjadi? Ganjilkah suara ini yang selama dua puluh tahun saya mendengarnya? Apakah saya tidak merasakan maknanya kecuali sekarang? Maka saya segera mewujudkan keinginan jiwaku dengan menjawab seruan ini.


              Saya mengambil wudhu. Saya memulai wudhu dengan membasahi wajahku yang muda, lalu ia menjadi segar dan mengalirkan kesegarannya ke dalam jiwaku. Saya pergi ke jalanan menuju masjid. Alam menakutkan dengan ketenangannya, tidak ada suara yang melengking dan tidak ada teriakan. Saya memasuki masjid dan mengerjakan shalat sunnah Fajar. Saya berdiri di barisan bersama manusia lainnya. Kelompok manusia yang belum pernah saya temui selama hidupku. Wajah-wajah putih yang menyebarkan cahaya dan jiwa-jiwa baik yang tenteram. Kemudian majulah seorang imam di antara semua orang seraya menghadapkan wajahnya kepada mereka dan memerintahkan untuk meluruskan barisan. Saya shalat di belakangnya. Jiwaku terasa tenteram dan dadaku terasa lapang. Imam mulai membaca beberapa ayat dan saya terdiam pada detik-detik itu. Maka, bercucuranlah air mata yang saya rasakan tetesannya. Saya menangis dengan tangisan sebenarnya yang muncul dari jiwaku melalui desisan seperti desisan orang yang bicara tiba-tiba. Maka, bercucuranlah air mata dengan derasannya, mengalir membasahi pipiku, menyirami tanah tandus dalam hatiku yang mati sehingga hiduplah dengan air mata ini kematian hatiku. Hujan ini disertai dengan suara petir, yaitu petir rahmat, suara kesadaranku dan tangisanku disebabkan rasa takut kepada Allah.
 

Rabu, 21 Mei 2014

MY PROFIL

Nama Lengkap       : Ummul Husna Putri Hesti
Panggilan                : Uum, Ummul, Mumun, Jumuik

By :
Free Blog Templates